Otomotif

Bengkel k2rt

Select Menu
  • Home
  • Blogging
    • TSM Dasar
    • Pengenalan Komponen
    • Perawatan dan Perbaikan
  • Brands
    • Honda
    • Yamaha
    • Suzuki
    • Kawasaki
  • Sitemap
  • Static Page
  • Error Page
Home » pengenalan komponen » tsm » KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (lanjutan 1)

Friday, October 7, 2016

KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (lanjutan 1)

Unknown
Add Comment
pengenalan komponen, tsm
Friday, October 7, 2016
Pada postingan kali ini, merupakan lanjutan dari KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR, selanjutnya, pada akan dibahas beberapa komponen lain pada mesin sepeda motor.

2.  Blok Silinder Mesin
Silinder liner dan blok silinder merupakan dua bagian yang melekat satu sama lain. Daya sebuah motor biasanya dinyatakan oleh besarnya isi silinder suatu motor. 

Silinder liner terpasang erat pada blok, dan bahannya tidak sama. Silinder liner dibuat dari bahan yang tahan terhadap gesekan dan panas, sedangkan blok dibuat dari besi tuang yang tahan panas. Pada mulanya, ada yang merancang menjadi satu, sekarang sudah jarang ada. 

Sekarang dibuat terpisah berarti silinder liner dapat diganti bila keausannya sudah berlebihan. Bahannya dibuat dari besi tuang kelabu. 

Untuk motor-motor yang ringan seperti pada sepeda motor bahan ini dicampur dengan alumunium. Bahan blok dipilih agar memenuhi syarat-syarat pemakaian yaitu: Tahan terhadap suhu yang tinggi, dapat menghantarkan panas dengan baik, dan tahan terhadap gesekan. 


 Blok silinder merupakan tempat bergerak piston. Tempat piston berada tepat di tengah blok silinder. Silinder liner piston ini dilapisi bahan khusus agar tidak cepat aus akibat gesekan. Meskipun telah mendapat pelumasan yang mencukupi tetapi keausan lubang silinder tetap tak dapat dihindari. Karenanya dalam jangka waktu yang lama keausan tersebut pasti terjadi. Keausan lubang silinder bisa saja terjadi secara tidak merata sehingga dapat berupa keovalan atau ketirusan. 

 Masing-masing kerusakan tersebut harus diketahui untuk menentukan langkah perbaikannya. 

Cara mengukur keausan silinder: 

1. Lepaskan blok silinder 

2. Lepaskan piston 

3. Ukur diameter lubang silinder dengan ”dial indikator” bagian yang diukur bagian atas, tengah dan bawah dari lubang silinder. Pengukuran dilakukan dua kali pada posisi menyilang. 

4. Hitung besarnya keovalan dan ketirusan. Bandingkan dengan ketentuan pada buku manual servisnya. Jika besarnya keovalan dan ketirusan melebihi batas-batas yang diijinkan lubang silinder harus diover size. Tahapan over size adalah 0,25 mm, 0,50 mm, 0,75 mm dan 1,00 mm. Over size pertama seharusnya 0,25 mm dengan keausan di bawah 0,25 mm dan seterusnya. Jika silinder sudah tidak mungkin di over size maka penyelesaiannya adalah dengan diganti pelapis silindernya. 

 Mengukur diameter boring 

 Perbedaan kontruksi kepala silinder dan blok silinder dari mesin dua langkah dan empat langkah 

Kontruksi luar blok silinder dibuat seperti sirip, ini untuk melepaskan panas akibat kerja mesin. Dengan adanya sirip-sirip tersebut, akan terjadi pendinginan terhadap mesin karena udara bisa mengalir diantara sirip-sirip. Sirip juga memperluas bidang pendinginan, sehingga penyerapan panas lebih besar dan suhu motor tidak terlampau tinggi dan sesuai dengan temperatur kerja.

Persyaratan silinder yang baik adalah lobangnya bulat dan licin dari bawah ke atas, setiap dinding-dindingnya tidak terdapat goresan yang biasanya timbul dari pegas ring, pistonnya tidak longgar (tidak melebihi apa yang telah ditentukan), tidak retak ataupun pecah-pecah. 

Perbedaan kontruksi dan komponen kepala silinder dan blok silinder mesin empat langkah dan mesin dua langkah ditunjukkan oleh gambar diatas

Ket: 
x Lubang silinder adalah ruang tempat piston bergerak. 
x Lubang pengisian (inlet port) adalah saluran bahan bakar dari karburator menuju poros engkol dibawah piston. 
x Lubang pembilasan (transfer port) adalah tempat masuk bahan bakar menuju ruang silinder di atas kepala piston 
x Lubang pembuangan (exhaust port) adalah lubang atau saluran untuk membuang gas sisa atau bekas pembakaran


Share

Like

G+

Tweet

Tweet
0 Komentar untuk "KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (lanjutan 1)"

Add Comments

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Week

  • FISIKA DALAM SEPEDA MOTOR
    FISIKA DALAM SEPEDA MOTOR
    Mempelajari sepeda motor juga memerlukan perhitungan fisika, beberapa besaran ukuran dipakai di bidang ini.  Perhitungan fisika diperlu...
  • KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (LANJUTAN 2)
    KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (LANJUTAN 2)
    Sebagaiman telah dijelaskan pada postingan tentang KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR dan KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (lanjutan 1) , di...
  • KOMPONEN UTAMA SEPEDA MOTOR
    KOMPONEN UTAMA SEPEDA MOTOR
    Sepeda motor terdiri dari beberapa komponen dasar. Bagaikan kita manusia, kita terdiri atas beberapa bagian, antara lain bagian rangka, pen...
  • KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR
    KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR
    Mesin merupakan alat untuk membangkitkan tenaga, ia disebut sebagai penggerak utama. Jadi mesin disini berfungsi merubah energi panas dari ...
  • KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (lanjutan 1)
    KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (lanjutan 1)
    Pada postingan kali ini, merupakan lanjutan dari  KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR , selanjutnya, pada akan dibahas beberapa komponen lain ...
Powered by Blogger.

Labels

  • pengenalan komponen
  • tsm

Blog Archive

  • ▼  2016 (5)
    • ▼  October (5)
      • KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (LANJUTAN 2)
      • KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR (lanjutan 1)
      • KOMPONEN UTAMA MESIN SEPEDA MOTOR
      • FISIKA DALAM SEPEDA MOTOR
      • KOMPONEN UTAMA SEPEDA MOTOR

Labels

  • pengenalan komponen
  • tsm

Labels

  • pengenalan komponen
  • tsm

About Me

Unknown
View my complete profile

© Otomotif powered by Blogger.com.
All Right Reserved By .